Monday, March 3, 2014

pengaruh membuka dan menutupnya stomata daun



A.    Membuka Dan Menutupnya Stomata

Masing-masing stomata diapit oleh sepasang sel penjaga. Sel penjaga mengontrol diameter stomata dengan cara mengubah bentuk yang akan menyempitkan atau melebarkan celah diantara kedua sel tersebut. Ketika sel penjaga mengambil air melalui osmosis, sel penjaga akan membengkak. Ketika sel kehilangan air, menjadi lembek, serta mengkerut, sel-sel tersebutakan mengecil secara bersamaan kemudian menutup ruangan diantaranya
Stomata pada umumnya membuka pada saat matahari terbit dan menutup pada saat hari gelap, sehingga masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Umumnya pada proses pembukaan stomata memerlukan waktu selama satu jam. Stomata juga peka terhadap kelembaban atmosfer. Stomata akan menutup jika selisih kandungan uap air di udara dan dalam ruang antar sel melebihi kritis (Purwanti, 2008).
Pergerakan pori stomata disebabkan oleh perubahan volume sel penjaga yang diatur oleh keluar masuknya ion K+ dan ion-ion lain dari dan ke sel penjaga selama proses pembukaan dan penutupan stomata. Selain itu cahaya, konsentrasi CO2, kelembaban, dan hormon tumbuhan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi membuka dan menutupnya stomata. Cahaya menyebabkan membukanya stomata sedangkan keadaan gelap dapat meningkatkan konsentrasi CO2 dan turunnya kelembaban yang berakibat pada tertutupnya stomata. Diantara sekian banyak hormon tumbuhan, ABA (asam absisat) dan auksin merupakan hormon tumbuhan yang berpengaruh pada pergerakan stomata. ABA (asam absisat) menyebabkan menutupnya stomata, sedangkan auksin menyebabkan terbukanya

Goldsworthy dan Fitter (1992), menyatakan bahwa perubahan dalam ukuran pori-pori stomata disebabkan oleh perubahan dalam kesimbangan turgor antar sel-sel penutup dan sel-sel tetangga atau sel-sel epidermis yang berdekatan. Suatu kenaikan turgor dalam sel penutup, atau suatu penurunan turgor dalam sel tetangga menghasilkan pembukaan stomata melalui gerakan-gerakan menjauhi dinding-dinding antiklinal sel penutup (Fitter, 1992).
Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga. Proses masuknya air tersebut berasal dari tekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Tinggi rendahnya potensial air ini bergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute) di dalam cairan sel. Semakin banyak jumlah bahan yang terlarut maka potensial osmotik sel akan semakin rendah. Semakin rendah potensial osmotik sel maka semakin rendah pula turgiditas sel. Jika sel bersifat flacid (kendor), stomata akan menutup (Lakitan, 2004).
Heddy, (1990) Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor oleh sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air antar sel akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel dengan potensi lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel tergantung pada jumlah bahan yang terlarut dari cairan tesebut, semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi yang terjadi pada sel semakin rendah .Kerapatan uap air diudara tergantung dengan resistensi  stomata dan kelembaban nisbih dan juga suku udara tersebut, untuk perhitungan laju transpirasi. Kelembaban nisbih didalam  rongga substomata dianggap 100%.  Jika kerapatan uap air didalam rongga  substomata sepenuhnya tergantung pada suhu   ( Tjitrosoepomo, 1998 ).
Daya hantar secara langsung dipengaruhi oleh besarnya bukaan stomata. Semakin besar bukaan stomata maka daya hantarnya akan semakin tinggi. Pada beberapa tulisan digunakan beberap istilah resistensi stomata. Dalam hubungan ini daya hantar stomata berbanding dengan resistensi stomata ( Cambpell, 2003 ).

B. Faktor-faktor lain yang menyebabkan membuka dan menutupnya stomata adalaha sebagai berikut :

1. Karbondioksida (CO2)
Pembentukan stomata berkurang jika kadar CO2 di ruang antar sel bertambah. Jika hasil fotosintesis bersih berkurang kadar CO2 di ruang antar sel meningkat dan tahanan stomata akan meningkat. Sebaiknya kalau fotosintesis bersih meningkat, ruang antar sel akan menyebabkan terbukanya ruang antar sel akan menyebabkan terbukanya stomata.
2. Cahaya
Pengurangan cahaya menyebabkan pembukaan celah stomata berkurang pada kebanyakan tumbuhan. Hal ini tidak tergatung pada tanggapan stomata terhadap kenaikan CO2 di ruang antar sel akibat penurunan laju fotosinetesis.
3. Suhu
Jika faktor lain dalam keadaan konstan, biasanya stomata akan membuka lebih besar jika suhu naik.
4. Potensial Air Daun
Pembukaan celah stomata biasanya berkurang jika potensial air daun menurun. Perubahan pembukaan air biasanya dianggap disebabkan oleh kenaikan kadar absisat yang dihasilkan dalam mesofil dengan lajuyang tinggi atau oleh keduanya pada potensial daun berkurang.
5. Kelembaban
Beberapa jenis tumbuhan menunjukkan tanggapan stomata secara langsung terhadap kelembaban, sehingga kenaikan kelembaban relatif menyebabkan celah stomata mengecil.
6. Angin
Pada kebanyakan tanaman menaikkan kecepatan angin yang besar dapat menyebabkan stomata menutup.
7. Laju Fotosintesis
Peranan laju fotositesis akan mengakibatkan pembukaan stomata dan dengan demikian menahan air serta meningkat potensial air melalui pengurangan respirasi.

C.    pengaruh membuka dan menutupnya stomata terhadap tanaman
1. Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan dengan bantuan sinar matahari, karbondioksida, dan air. Tanaman memperoleh karbon dioksida dari atmosfer yang diambil melalui stomata. Molekul air kemudian dipecah menjadi hidrogen dan oksigen. Oksigen kemudian dilepaskan di atmosfer sebagai produk sampingan. Oksigen dirilis keluar melalui stomata. Oleh karena, stomata bisa dikatakan berperan sebagai media pertukaran gas.

2. Transpirasi
Transpirasi adalah proses penguapan air dari permukaan tanaman. Penguapan dilakukan melalui bukaan stomata. Transpirasi membantu tanaman menjaga suhu tubuhnya agar tidak terlalu panas sekaligus juga membantu transfer mineral dan bahan lainnya ke berbagai bagian tanaman. Sebagaimana diketahui bahwa tanaman menyerap air dan mineral melalui akar. Agar mineral dari akar bisa diedarkan ke seluruh bagian tanaman, maka diperlukan proses penguapan. Tekanan yang memaksa akar mentransfer mineral dan air ke seluruh bagian tanaman akan terjadi seiring proses penguapan yang terjadi pada stomata.
3. Mencegah Kehilangan Air
D.    Fungsi lain stomata adalah untuk membatasi kehilangan air. Hal ini dilakukan dengan pembukaan dan penutupan stomata. Tanaman tidak dapat membuat makanan di malam hari karena tidak adanya sinar matahari. Itu sebab, pada malam hari stomata menutup untuk menghindari penguapan air yang tidak perlu. Segera setelah sinar matahari mengenai daun, terjadi apa yang disebut perubahan tekanan turgor. Tekanan turgor akan membuat sel penjaga berbentuk seperti sabit yang kemudian membuka pori-pori stomata. Terbukanya stomata berarti proses fotosintesis, transpirasi, dan respirasi akan berlangsung. Pembukaan dan penutupan stomata juga tergantung pada kondisi lingkungan. Dalam suhu yang sangat tinggi, stomata akan menutup untuk mencegah kehilangan air

D. Kapan Membuka dan Menutupnya Stomata
Pada sebagian besar tumbuhan, stomata membuka pada waktu siang hari dan menutup pada malam harinya. Pada kondisi tertentu, stomata dapat juga menutup pada siang hari khususnya pada sore hari. Buka tutup stomata dan perubahan ukurannya disebabkan oleh perubahan bentuk sel penjaga yang dibangun sedemikian rupa hingga turgor akan berpengaruh terhadap membuka dan menutupnya stomata tersebut.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menutup dan membukanya stomata, maka kami melakukan percobaan terhadap irisan daun keladi yang di rendam dalam larutan kalium dan kalsium.
Tabel membuka dan menutupnya stomata.
NO
STOMATA MEMBUKA
STOMATA MENUTUP
1
Air Masuk ke dalam sel
Air keluar dari sel
2
Zat terlarut keluar dari sel
Zat terlarut masuk ke dalam sel
3
Intensitas cahaya tinggi
Intensitas cahaya rendah
4
Suhu tinggi
Suhu rendah
5
Kelembaban udara rendah
Kelembaban udara tinggi
6
Ion kalium terakumulasi di dalam sel
Ion kalium keluar sel

No comments:

Post a Comment